

- Gelandang Bertahan Tengah dengan Peringkat Teratas di EA FC 26
Gelandang Bertahan Tengah dengan Peringkat Teratas di EA FC 26

Peran Gelandang Bertahan Tengah (CDM) adalah salah satu posisi paling vital dalam sepak bola, baik di dunia nyata maupun dalam EA FC 26. Seorang CDM bertindak sebagai jangkar tim Anda, memutus permainan lawan, memenangkan duel kunci, dan menjadi penghubung antara lini pertahanan dan serangan. Pemain ini bertanggung jawab untuk melindungi lini belakang, mendistribusikan bola dengan aman, dan mengatur tempo permainan. Di EA FC 26, memiliki CDM yang andal seringkali bisa menjadi penentu antara memenangkan pertandingan ketat atau gagal menguasai lini tengah. Di bawah ini, kami soroti 10 CDM dengan peringkat terbaik di EA FC 26, lengkap dengan analisis kekuatan, gaya bermain, dan bagaimana mereka cocok dengan berbagai taktik.
Catatan: Beberapa klub muncul dengan alias dalam game (misalnya, Inter tercantum sebagai Lombardia). Nama dunia nyata digunakan di sini untuk kejelasan.
Juga Baca: 10 Gelandang Tengah Teratas di EA FC 26
Tabel CDM Terbaik di EA FC 26
Rank | Pemain | Klub | OVR |
|---|---|---|---|
1 | Rodri | Manchester City | 90 |
2 | Joshua Kimmich | Bayern Munich | 89 |
3 | Moisés Caicedo | Chelsea | 87 |
4 | Declan Rice | Arsenal | 87 |
5 | Hakan Çalhanoğlu | Inter (alias Lombardia) | 86 |
6 | Sandro Tonali | Newcastle United | 86 |
7 | Ryan Gravenberch | Liverpool | 85 |
8 | N’Golo Kanté | Al-Ittihad | 85 |
9 | Granit Xhaka | Sunderland | 85 |
10 | Aurélien Tchouaméni | Real Madrid | 84 |
1) Rodri — Manchester City (90 OVR)

Rodri adalah CDM dengan peringkat tertinggi di EA FC 26, dan itu bukan tanpa alasan. Dia menggabungkan kesadaran bertahan yang luar biasa dengan ketenangan hebat saat menguasai bola, menjadikannya jangkar utama di lini tengah. Passing-nya memungkinkan alur permainan yang mulus, dan fisiknya memastikan dia jarang kalah dalam duel di lapangan.
Baca Juga: Best Left Midfielders in EA FC 26
2) Joshua Kimmich — Bayern Munich (89 OVR)

Kimmich bermain sebagai deep-lying playmaker yang mengatur tempo dari lini tengah. Akurasi passingnya yang tinggi dan visi yang tajam membuatnya sempurna untuk tim yang mengutamakan penguasaan bola. Secara defensif, dia pintar dalam penempatan posisi dan intersep, meskipun dia tidak memiliki kekuatan fisik yang sama seperti pemain lain dalam daftar ini.
3) Moisés Caicedo — Chelsea (87 OVR)

Mobilitas dan agresivitas Caicedo membuatnya menjadi pejuang bola yang hebat. Dia cukup cepat untuk merebut kembali bola saat serangan balik lawan, sementara tekel bertahannya memastikan dia memenangkan sebagian besar duel di lini tengah. Untuk para pemain yang mengandalkan permainan transisi, Caicedo adalah salah satu CDM modern terbaik yang tersedia.
4) Declan Rice — Arsenal (87 OVR)

Rice menawarkan keseimbangan antara ketangguhan defensif dan penguasaan bola. Defensif dan kehadirannya yang fisik memungkinkannya mendominasi pertempuran di lini tengah, sementara umpanannya yang sederhana tapi efektif membuatnya dapat diandalkan dalam menguasai bola. Dia adalah pilihan wajib bagi tim yang lebih mengutamakan struktur dan kontrol daripada gaya bermain mencolok.
Baca Juga: Gelandang Kanan Top Rated di EA FC 26
5) Hakan Çalhanoğlu — Inter / Lombardia in-game (86 OVR)

Çalhanoğlu menonjol sebagai playmaker yang bermain lebih dalam dengan kreativitas yang jarang dimiliki oleh CDM. Jangkauan passing-nya sangat baik, dan dia bahkan bisa mengancam dengan tembakan jarak jauh. Meskipun tidak terlalu fisik, dia unggul dalam mengatur tempo dan sangat cocok untuk tim yang ingin membuka pertahanan dari posisi dalam.
6) Sandro Tonali — Newcastle United (86 OVR)

Tonali adalah gelandang bertahan box-to-box yang tak kenal lelah dan unggul dalam energi serta agresivitas. Ia menekan lawan di area tinggi lapangan dan juga mampu membawa bola maju dengan efektif. Perpaduan stamina, tekel, dan umpanya menjadikannya pilihan serbaguna untuk sistem bertahan maupun menyerang.
7) Ryan Gravenberch — Liverpool (85 OVR)

Gravenberch menawarkan kemampuan unik untuk seorang CDM dengan kemampuan dribbling dan atribut fisiknya. Dia bisa melewati lawan di ruang sempit dengan mudah, memecah tekanan dengan lancar. Meskipun tidak sekuat secara defensif seperti yang lain, versatilitas dan kemampuan mengembangkan bola membuatnya menjadi tambahan yang berharga.
Baca Juga: 10 Bek Tengah Terbaik di EA FC 26
8) N’Golo Kanté — Al-Ittihad (85 OVR)

Kanté mungkin sudah melewati puncaknya, namun di EA FC 26, dia masih menjadi kekuatan pertahanan yang tangguh. Stamina, antisipasi, dan timing dalam tackling-nya memungkinkan dia untuk menguasai area lapangan yang luas. Bagi pemain yang membutuhkan gelandang tanpa lelah untuk terus-menerus mengganggu lawan, Kanté tetap merupakan pilihan yang sangat baik.
9) Granit Xhaka — Sunderland (85 OVR)

Xhaka menawarkan peran playmaker bertipe deep-lying yang lebih tradisional. Meski bukan yang tercepat, dia unggul dalam mengontrol penguasaan bola dan mendistribusikan umpan maju yang akurat. Statistik defensifnya juga dapat diandalkan, menjadikannya pilihan yang tepat bagi mereka yang lebih menyukai posisi taktis dibandingkan kecepatan.
10) Aurélien Tchouaméni — Real Madrid (84 OVR)

Tchouaméni adalah salah satu CDM muda terbaik dalam permainan ini, menggabungkan ukuran, kekuatan, dan kemampuan bertahan. Dia juga kuat dalam duel udara, yang membuatnya sangat berharga saat situasi bola mati di kedua sisi lapangan. Dalam Mode Karier, dia memiliki potensi pertumbuhan yang sangat baik, menjadikannya investasi jangka panjang.
Baca Juga: Penjaga Gawang Terbaik di EA FC 26
FAQ tentang CDM di EA FC 26
Q: Apa peran utama CDM di EA FC 26?
A: Peran utama CDM adalah melindungi lini belakang, memutus serangan lawan, dan membantu mengatur ulang penguasaan bola. Mereka bertindak sebagai garis pertahanan pertama di tengah lapangan dan sangat penting untuk menjaga keseimbangan.
Q: Siapakah CDM terbaik di EA FC 26?
A: Rodri memegang rating tertinggi dengan 90 OVR, menjadikannya CDM serba bisa terbaik dalam permainan. Kombinasi passing, ketenangan, dan kekuatan bertahannya membuatnya tak tertandingi.
Q: CDM mana yang terbaik untuk gaya bermain counterattack cepat?
A: Pemain seperti Caicedo, Rice, dan Tonali unggul dalam sistem yang banyak transisi berkat mobilitas mereka dan kemampuan untuk menutupi area dengan cepat.
Q: Siapa investasi CDM terbaik untuk Career Mode?
A: Tchouaméni dan Gravenberch adalah pilihan menonjol karena statistik dasar mereka yang kuat dan potensi tinggi, menjadikannya pilihan jangka panjang yang sangat baik.
Kata Penutup
Gelandang Bertahan Tengah adalah perekat yang menyatukan skuad dalam EA FC 26. Sementara penyerang sering mendapat sorotan, justru CDM yang menjaga keseimbangan tim, memutuskan serangan lawan, dan memastikan transisi yang lancar dari pertahanan ke serangan. Dari otoritas tenang Rodri hingga kekuatan bintang yang sedang naik daun dari Tchouaméni, setiap pemain dalam daftar ini menawarkan sesuatu yang unik. Apakah Anda lebih suka destroyer seperti Kanté, creator dalam seperti Çalhanoğlu, atau hybrid seperti Rice, ada CDM di sini yang akan cocok dengan taktik Anda. Berinvestasi pada CDM yang tepat adalah kunci untuk mendominasi pertandingan di lini tengah dan meraih kemenangan konsisten baik di Ultimate Team maupun Career Mode.
“ Filip Premuš is a seasoned gaming content writer specializing in titles like Steal a Brainrot, Old School RuneScape, and other popular online games. With a sharp focus on accuracy, updates, and in-game strategy, he creates comprehensive guides that help players stay ahead of the meta and make informed decisions.”


