

- Jangan Bagikan Akun League of Legends Anda Karena Alasan Berikut
Jangan Bagikan Akun League of Legends Anda Karena Alasan Berikut

Akun League of Legends membawa bertahun-tahun kemajuan, riwayat Ranked, kumpulan champion, dan skin yang terkait dengan identitas satu pemain. Berbagi akun tersebut dengan teman, booster, atau siapapun berisiko menempatkan semua itu dalam bahaya.
Ketentuan Layanan Riot menegaskan bahwa Anda tidak boleh membagikan akun atau kredensial login Anda kepada siapa pun. Meskipun demikian, berbagi akun masih sering terjadi, dan banyak pemain yang tidak sepenuhnya memahami konsekuensinya sampai sudah terlambat. Dalam artikel ini, kami akan membahas alasan utama mengapa Anda tidak boleh pernah membagikan akun League of Legends Anda, serta apa yang bisa terjadi jika Anda melakukannya.

1. Anda Bisa Kena Ban Karena Hal Ini
Berbagi akun telah melanggar Ketentuan Layanan Riot sejak hari pertama, tetapi penegakan aturan kini jauh lebih ketat. Mulai dari Patch 25.18 pada September 2025, Riot mulai secara aktif memberikan penalti pada akun yang berbagi, dengan hukuman diberlakukan hingga ke masa yang dapat dideteksi oleh sistem mereka. Vanguard telah membantu Riot membuat kemajuan signifikan dalam mendeteksi saat akun dibagi, dijual, atau digunakan bot, yang biasanya berkaitan dengan Boost atau hitchhiking.
Konsekuensinya juga tidak sepele. Jika akun Anda terdeteksi melakukan boosting atau manipulasi Rank, Riot akan mulai dengan menangguhkan akun tersebut, menghapus keuntungan dari boosting, dan mencabut semua reward Rank yang terkait. Pelanggaran berulang akan berujung pada banned permanen, yang berarti segala sesuatu yang sudah Anda bangun di akun tersebut akan hilang selamanya.
Juga Baca: Cara Mengunduh dan Menginstal Client League of Legends
2. Anda Bertanggung Jawab atas Segala Sesuatu yang Dilakukan di Akun Anda
Membagikan akun Anda tidak hanya membahayakan Rank Anda, tetapi juga menempatkan seluruh riwayat akun Anda dalam risiko. Anda sepenuhnya bertanggung jawab atas semua aktivitas di akun Anda, dan jika aktivitas tersebut mengakibatkan penangguhan atau larangan, itu akan dianggap sebagai konsekuensi yang adil.
Itu berarti jika orang yang Anda bagikan akun dengan teman satu tim yang toxic, pergi AFK, atau mendapatkan banyak laporan, hukuman tersebut akan jatuh pada Anda. Anda tidak memiliki cara untuk mengontrol bagaimana seseorang berperilaku di akun Anda, dan Riot tidak akan menghapus ban hanya karena orang lain yang sedang bermain pada saat itu.
Juga Baca: Cara Membuat Akun di League of Legends
3. Keamanan Akun Anda Berisiko
Selain larangan, berbagi akun Anda menciptakan masalah keamanan yang sulit untuk diperbaiki. Berbagi akun Anda dapat membuat pemulihan menjadi jauh lebih sulit, hanya Anda yang seharusnya memiliki akses ke akun Riot Anda, dan hanya melalui alamat email Anda.
Setelah seseorang memiliki kredensial login Anda, tidak ada jaminan mereka tidak akan terus mengaksesnya lama setelah Anda berubah pikiran. Ada juga orang-orang di luar sana yang memanfaatkan pemain dengan menawarkan RP gratis atau diskon sebagai imbalan akses akun. Memberikan detail Anda kepada orang yang salah bisa berarti kehilangan akun Anda sepenuhnya, dengan sedikit bantuan dari tim dukungan Riot.
4. Penalti Linking Kini Mencakup Semua Akun Anda
Bahkan jika Anda bukan orang yang bermain di akun bersama tersebut, konsekuensinya kini dapat menjangkau akun-akun lain Anda. Mulai Patch 25.23 pada November 2025, Riot memperkenalkan sistem pengaitan akun yang mengelompokkan beberapa akun milik pemain yang sama di bawah satu identitas, artinya tindakan disipliner yang diterapkan pada satu akun secara otomatis juga berlaku untuk semua akun yang terhubung.
Sistem menganalisis data perangkat keras dan pola gameplay untuk mendeteksi upaya menghindari hukuman. Jadi, jika seseorang bermain menggunakan akun Anda dan memicu larangan, akun utama Anda atau akun lain yang Anda miliki, bisa terpengaruh sebagai akibatnya.
Juga Baca: Semua Champions League of Legends berdasarkan Tanggal Rilis
Kata Penutup
Berbagi akun tidak pernah sebanding dengan risikonya, dan penindakan Riot pada tahun 2025 membuat hal itu menjadi lebih jelas dari sebelumnya. Dengan deteksi yang lebih ketat, hukuman yang lebih berat, dan pengaitan lintas akun, konsekuensinya kini melampaui yang disadari kebanyakan pemain. Jika seorang teman ingin mencoba permainan ini, arahkan mereka untuk membuat akun mereka sendiri — ini memakan waktu lebih singkat dibandingkan memulihkan akun yang dibanned permanen.
“ Mustafa Atteya has been writing about gaming and esports since 2023, specializing in competitive game content and player improvement guides. At 24, he brings both hands-on gaming experience and professional SEO writing expertise to the GameBoost team.”


